Kamis, 12 Maret 2009

KHASIAT TUMBUH-TUMBUHAN


ALPUKAT/AVOKAD
(Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth)

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain.
Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik). Alpukat menawarkan asam lemak yang sehat, vitamin dan mineral seperti kalsium. Menurunkan kolesterol sementara meningkatkan karbohidrat. Baik untuk malnutrisi dan kulit kering.



DUKU ( Lansium domesticum Corr. )

Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat, Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku
komering, duku metesih dan duku condet. Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet digunakan untuk mengobati disentri, sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk enyembuhkan bekas gigitan kalajengking.



JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium guajava L. )

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain, sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok. Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi, dengan kadar gula 8%. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional, salah satunya adalah untuk mengobati diare.



JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. )

Jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Ghana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di ampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu
monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.
Jambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan dan hijau. Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan jem jambu mete.
Kulit batang pohon jambu mete berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.

"Daun Binahong"


Awal mula Tanaman ini dari Dataran Tinggi Negeri China. Di Jepang Daun “Bina hong” atau dikenal dengan “Phia hong” dengan nama latin “Andiredrea Cordifolia” disebut sebagai “Daun Ajaib” dan kitapun akan mengatakan hal yang sama bila sudah membuktikan dan merasakan khasiat dari daun ini.


“Bina Hong” sangat berkhasiat mengobati :

  • Batuk / Muntah Darah
  • Paru-Paru Bolong / Berlubang
  • Kencing Manis
  • Sesak Nafas, Astma, dan Bengik
  • Borok Akut Yang Menahun
  • Patah Tulang
  • Radang Ginjal
  • Gatal- gatal dan Exim
  • Gegar Otak Ringan dan Berat
  • Liver
  • Disentri
  • Ambien Hingga Berdarah
  • Hidung Mimisan
  • Habis Bedah Operasi
  • Stamina Pekerja Berat
  • Luka Bakar
  • Luka Akibat Kecelakaan / Benda Tajam
  • Jerawat
  • Infeksi Dalam (Usus Bengkak/Radang)
  • Gusi Berdarah
  • Melancarkan Haid
  • Habis Melahirkan
  • Lemah Syahwat
  • Maag Akut
  • Asam Urat / Reumatik

Cara Terbaik Pemakaian :

Ambil Daun “Binahong” 5-10 Lembar kemudian rebus dengan 1,5 Gelas air ( + 450 ml ) sampai mendidih dan air tersisa 1 Gelas ( + 300 ml ) diminum 2 kali sehari / tiap minum ½ Gelas.

NB : Sebaiknya tidak digunakan pada penderita Anemia/tekanan darah Rendah

Untuk luka luar haluskan daun “Binahong” dengan ditumbuk atau diblender kemudian balurkan ketempat yang akan diobati.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons